BERSALAH YANG TAK BERKESUDAHAN

MULUTMU HARIMAUMU


Adakalanya setiap insan berada pada titik sensitif. Lebih karena sisi emosional kita kali yaa yang membuat perasaan ini berkembang sesuai dengan moody.
beberapa waktu lalu, dalam sebuah diskusi hangat terjadi interaksi pendapat (vicky bangeett..hehehee) yang sangat kuat. Meski sempat ada perdebatan yang muncul  namun masih dalam batas yang wajar, dan diskusi tetap berjalan dengan lancar hingga usai tanpa kendala berarti.
  
ada yang membuat hati ini campur aduk, disepanjang perjalanan pulang kelopak ini lelah nahan air mata yang hampir menetes. 
beruntung tak satupun sahabat yang ada dalam satu mobil itu melihat ataupun curiga. 


Sesampainya di depan pintu dan ketika kaki ini melangkah masuk rumah, baru rasa bersalah serta penyesalan itu tertumpah. seketika air mata ini tak dapat terbendung lagi mengalir dengan derasnya... yaaaacchh lebay deehhh :'( 
hanya bisa menangis dalam sedih yang teramat dalam.
sesaat sempat bercerita dengan belahan jiwa, nekat untuk mencoba menghubungi salah satu sahabat yang dimaksud. 


rasa penyesalan yang ada akhirnya tertuang dalam kata MAAF yaaa hanya dengan kata maaf yang tulus berharap penyesalan itu akan terbalas.

mungkin bertanya-tanya apa siiih masalahnya hingga se-alay itu????
barangkali masalah yang ada ini bagi orang lain sepele, bahkan menurut yang bersangkutan sendiri juga tak ada masalah yang berarti. tapi tetap hati ini merasa gundah.

yaaa, ketika diskusi selesai dan kamipun segera beranjak pulang ada sahabat yang sempat bertanya dan menyampaikan uneg-unegnya.. kaget, serta sedikit kecewa mengapa tidak disampaikan pada saat diskusi berlangsung. membuat intonasi bicara ini sedikit tinggi ketika merespon uneg-uneg tersebut. layaknya orang yang nggak sadar dengan siapa dia bicara, lantang terdengar. mungkin karena kondisi lelah serta waktu yang hampir larut membuat kualitas berfikir ini sedikit melemah.

Bukan kecewa atas inti uneg-unegnya tapi sedikit menyesalkan mengapa baru disampaikan diakhir diskusi yang dinilai sudah hampir clear dan akhirnya mentah lagi. 
egopun bicara, merasa banyak waktu yang sudah dikorbankan untuk diskusi ini, mengapa baru diakhir diskusi ada masalah yang baru diungkap sehingga merasa waktu yang berlalu sia-sia. 
itu yang membuat nada bicara sedikit membentak.
penyesalannya setelah sedikit tenang baru tersadar dengan siapa tadi berbicara, pantaskah orang yang selama ini banyak disegani diperlakukan seperti itu. kemudian timbul perasaan yang sama ketika posisinya harus  dibalik, seandainya saya yang ada di posisi sahabat tersebut,  kemungkinan besar juga akan merasakan/melakukan hal yang sama.
itulah yang membuat hati ini semakin berasa teriris-iris. jahatnya ego ini kala itu yang membutakan segalanya.
:(
hingga pagi menjelang perasaan bersalah dan menyesal masih menghampiri. sedih disepanjang hari.
teringat ungkapan, ajining diri ono ing lati itu yang selalu terngiang-ngiang. harusnya lebih bijak lagi menyikapi segala hal tentang perbedaan. lebih bisa menjaga hati, pikiran dan LISAN.
Mugkin inilah yang dimaksud dengan pembelajaran hidup.
Sekali lagi mohon maaf sobat, atas semua ucapan saya. tiada maksud apapun selain reflek sesaat.
Tak lupa sampaikan terima kasih yang paling dalam serta pelukan yang erat untuk mantan pacar yang selalu mensupport kegiatan ini. untuk belahan hati terima kasih pengertiannya, cium sayang dari mama..mmmuuach...

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "BERSALAH YANG TAK BERKESUDAHAN"

Post a Comment

Silakan tinggalkan jejak anda di sini! :)