WAYANG KUTEL

KERAJINAN WAYANG DARI KULIT KETELA

Grabag kab.MagelangGrabag adalah sebuah kota kecamatan di wilayah kabupaten Magelang. Terletak di kaki gunung Andong, sekitar 22 KM dari pusat kota Magelang. Memiliki hawa yang sejuk serta pemandangan yang begitu indah, selain itu tanaman ijo royo-royo terhampar disepanjang pematang membuat tentram kehidupan di sana.
Grabag Kab.Magelang
Sebagai daerah yang mayoritas penduduknya sebagai petani, banyak memiliki hasil bumi.
Dahulu daerah kami hanya sebagai produsen sayur ataupun makanan pokok saja, namun saat ini sudah mulai menampakkan perubahan yang berarti, tidak hanya sebagai penyedia bahan mentah tetapi juga mulai memproses hasil bumi tersebut menjadi makanan olahan yang juga menghasilkan pendapatan.
Ekonomi kreatif yang berkembang di wilayah Grabag sangat variatif. salah satu contoh daerah yang memiliki jumlah home industri relatif banyak berada di dusun Purwogondo, yang dikenal sebagai sentra penghasil slondok/puyur. slondok atau puyur adalah hasil pengolahan makanan yang berbahan dasar ketela 'singkong'.

singkong
Dari kondisi tersebut, timbullah ide untuk mengembangkan manfaat katela 'singkong'.
Jika singkongnya sudah banyak yang mengolah menjadi berbagai macam bentuk olahan pangan, justru saya lebih tertarik  untuk mengolah limbah dari ketela tersebut. selama ini kulit ketela hanya dibiarkan sebagai rabuk atau pakan ternak semata.
Utak atik isi otak akhirnya temukan satu ide alternatif limbah kulit ketela sebagai bahan untuk berkarya seni. mencoba menggeser paradigma yang selama ini berkembang bahwa berkarya seni dengan barang bekas hanya sebatas materi kertas, plastik, kain, lilin,  besi/logam.
Mengolah sampah menjadi sesuatu yang berharga secara mutu serta performa tidaklah mudah, butuh proses untuk menjadi sempurna. Apa yang terpapar disini nanti adalah bagian dari proses yang dimaksud, sehingga kata sempurna masih sangat relatif  untuk menilai kerajinan ini sukses atau tidak. untuk itu saya membutuhkan masukan serta kritikkan dari pembaca sekalian.

proses pembuatan wayang kutel
Wayang kutel, tercipta dari rasa bangga yang begitu besar terhadap salah satu hasil budaya di wilayah nusantara. saya pribadi sadar terlampau lambat mengetahui kearifan hasil budaya tersebut. kenal semakin jauh dengan wayang pada saat bimbingan skripsi beberapa tahun silam. adalah bapak Sigit W.N M.Si salah satu dosen pembimbing skripsi yang mengenalkan banyak nilai-nilai filosofi serta makna simbolik dari wayang itu sendiri.
Tidak ingin hal sama terjadi pada generasi muda saat ini, mulailah mencoba mengawinkan pembelajaran seni tradisi dengan kreatifitas baru.
 Wayang kulit pada umumnya menggunakan media kulit binatang, disini mencoba menggantikannya dengan kulit ketela. jika dibandingkan jelas lebih murah dan mudah di dapat daripada kulit binatang.
Ide kreatif ini yang Insyaallah akan kami bawa ke ajang kompetisi tingkat kabupaten Magelang. pada tanggal 24 Maret 2014 mendatang. semoga membawa manfaat serta nama baik untuk sekolah kami. Amiiiiin
maka inilah hasil setengah jadi WAYANG KUTEL yang di maksud,
hasil setengah jadi
to be continue, simak terus yaaaa!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "WAYANG KUTEL"

Post a Comment

Silakan tinggalkan jejak anda di sini! :)